Translate

Jumat, 09 Mei 2014

Sajakku : Rintih Batinnya

Rintih Batinnya
Oleh : Anggi Ismawati Tunggal Putri
Ia duduk tak berdaya.
Di atas kursi tua.
Yang telah lapuk.
Usang termakan usia.
Seperti lapuknya jiwa-jiwa para pemimpin.
Pemimpin di negeriku tercinta.
Dulu  ia seorang pejuang.
Dulu ia bergerilya mempertaruhkan semua daya bahkan nyawa.
Semangat juangnya masih kurasakan di antara gejolak.
Di antara gejolak negeriku yang tak kunjung reda.
Ia seorang pejuang yang masih hidup.
Rintih dan rintih batinnya.
Bergejolak semakin membara.
Merasakan betapa rusak dan semakin parah negeri ini.
Banyak tikus-tikus berkeliaran.
Mengambil setiap keringat rakyat jelata.
Peraturan mereka buat hanya untuk pajangan.
Hanya untuk mengatur dan menghukum rakyat jelata.
 Namun mereka bebas bebas dan bebas.
 Melakukan setiap hasrat.
 Dan rintihannya hanya menjadi duri.
 Yang selalu menusuk dalam hati.
 Teringat betapa panjang dan penuh penderitaan dimasa penjajahan dulu.
 Namun kini anak cucunya yang menjajah dan menginjak-injak.
 Semua perjuangan hebat dimasa lalu.

Surabaya, 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar